Lion of the Dessert “Umar Mukhtar” SINGA PADANG PASIR

DVD | Durasi 02:46:15 | Subtitle Indonesia | Rp.40.000

Tahun 1911 kapal-kapal perang Itali berlabuh di pantai Tripoli, Libya. Mereka membuat permintaan kepada kekhalifahan Turki Utsmaniyah untuk menyerahkan Tripoli kepada Italia. Kalau tidak kota itu akan dihancurkan. Bersama rakyat Libya, kekhalifahan menolaknya mentah-mentah permintaan itu. Mereka menganggap hal ini sebuah penghinaan. Akibatnya, titisan bangsa Romawi inipun mengebom kota Tripoli 3 hari 3 malam. Peristiwa ini menjadi seri perjuangan mujahidin Libya, bersama tentara Turki melawan pasukan Italia.

Kecaman yang menimpa muslim Libya membuat Umar harus meninggalkan semua pengajiannya, demi kebutuhan umat. Umar Mukhtar merupakan seorang komandan perang yang juga master dalam strategi perang gerilya di padang pasir. Ia memanfaatkan pengetahuannya tentang peta geografi Libya, untuk memenangi pertempuran. Terlebih pasukan Italia buta dengan padang pasir. Beliau benar-benar memanfaatkan keterbatasan itu sebagai area menjadi sebuah titik kemenangan. Karena ia menyadari, ia bergerak dalam ruang lingkup hukum alam atau sunnatullah. Jangan pernah melawan sunnatullah pada alam, sebab ia pasti akan mengalahkanmu. Tapi gunakanlah sebagiannya untuk menundukkan sebaguan yang lain, niscaya kamu akan sampai tujuan.

Tahun 1921 Umar Mukhtar tertangkap, karena penghianatan salah seorang pasukannya. Tetapi berkat kepiawaannya berdiplomasi dalam bahasa Inggris, Umar pun cepat dibebaskan oleh tentara musuh. Di tahun yang sama, Libya diperintah oleh Gubernur Jenderal Guiseppe Volvi. Ia mendeklarasikan “memperjuangkan hak-hak Italia dengan darah”. Lima belas ribu pasukan Italia pun disebar di kota Libya untuk membunuh para penduduk awam. Angkatan udara Italia pun juga ikut berbicara. Kepala Operasi ketentaraan ini adalah Pietro Badoglio dan Rudolfo Graziani. Nama terakhir ini tidak mengecualikan seorangpun dari pendukung-pendukung Umar yang tertangkap. Semuanya harus dibantai. Hal ini mendorong Umar beserta pasukannya kembali angkat senjata. Kemenangan pun diperoleh. Italia kalang kabut. Mereka ambil sikap, menangkap rakyat biasa Libya. Karena itu, mujahidin Libya harus menjalani peperangan yang sangat panjang, Umar berganti titel, komandan perang untuk seluruh wilayah Libya. Terlebih, ia seorang lulusan penjara Itala, sekolah yang semakin membesarkan cintanya membela Islam.

Peperangan yang berkisar pada tahun 1923-1931, menyebabkan Italia menderita kerugian yang amat sangat. Italia kalah perang dimana-mana. Setelah mendapati laporan dari Libya, Benito Musollini turun tangan. Ia mengirim 400.000 pasukannya ke Libya. Perang menjadi sangat tidak seimbang, ibarat David versus Goliath. Pasukan Umar Mukhtar hanya 10.000 orang. Di dalam Al Qur’an disebutkan bahwa bandigan pasukan muslim melawan pasukan kafir 1:10. Sangat wajar 10.000:400.000 mengakibatkan kekalahan mujahidin Libya.

Umar Mukhtar menjemput syahid. Hukum sunnatullah berlaku. Apalagi mujahidin Libya telah berperang selama 20 tahun. Italia ? mereka selalu berdarah segar, terkecuali para pemimpinnya. Tahun 1931, Umar Mukhtar tertangkap. Sebuah pukulan telak kepada rakyat Libya. Beliaupun diadili dalam pengadilan yang tidak ada keadilan didalamnya. Akhirnya, 16 September 1931, Umar Mukhtar mendapatkan karunia illahiyah yang mengabadikannya, tiang gantungan. Sebuah icon paling penting dalam sejarah tirani abad ke-20…..

IKUTI KISAH HEROIK INI……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: